untuk apa orang-orang bertanya tentang keimanan seseorang? bukankah keimanan adalah hal yang sangat-sangat personal? bukankah kebebasan akan beriman dilindungi negara?
untuk apa pula kamu mengomentari pakaian seseorang? asalkan yang ia pakai pakaian sopan, menurut norma masyarakat, bukankah itu sudah cukup?
untuk apa kamu komentari kebiasaan orang yang suka merokok, minum-minum, dan pergi ke kelab di malam sabtu? bukankah itu jalan hidupnya? asalkan ia tidak menyuruhmu untuk mengikuti gaya hidupnya, asalkan ia tidak memaksa orang lain untuk mengadopsi ideologinya juga, bukankah itu tidak apa-apa?
mengapa pula sih kamu harus melayangkan opini setengah matangmu ke atas bumi?
tidak usah mencekoki nilai-nilai yang menurutmu benar kepada orang lain. kau tahu? menyampaikan materi yang baik harus dibarengi dengan metode yang baik pula.
jadi,
mulutmu itu ... jangan semudah itu dipakai untuk mengomentari prinsip hidup orang lain, ya?
kecuali dia yang memintamu untuk melakukan itu.
-----------------------------------
(bukan menggurui ini, aku juga sedang mengingatkan diri sendiri)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar