ok so i just finished writing this and once again i skimmed through this post. i can assure you, this is one of the cringiest things i've ever written. after all, it's a love confession i made to myself and i want to make it as romantic as possible. so ... yea, proceed at your own risk. :)
--------------------------------------
as it turns out, aku nyatanya hanyalah penumpang dari masa laluku. tanpa sadar, apapun yang saat ini sedang aku usahakan sesungguhnya berasal dari keputusasaan gadis berumur 19 tahun dua tahun lalu itu. ternyata, kendaraanku bukanlah sepenuhnya milikku.
dan harus digarisbawahi, yang aku lakukan saat ini bukanlah sesuatu yang mudah. aku kesulitan, aku kewalahan, i'm struggling, i'm struggling so hard.
sejujurnya terkadang aku bertanya-tanya: untuk siapa aku melakukan ini? ketika tidak ada yang benar-benar membuatku bahagia, ketika tidak ada yang benar-benar mendengar dan memahami, mengapa aku harus melanjutkan ini semua?
yang baru aku sadar, ternyata aku melakukan ini untuk gadis putus asa 2 tahun lalu itu.
ternyata aku melakukan ini semua untuk membuat dia bahagia, untuk membuat dia berhenti menangis, untuk membuatnya menyalakan lampu kamar tidurnya dan bertemu beberapa orang.
aku berada di sini karena gadis itu ingin berubah, ingin menjadi berbeda. aku berada di sini karena gadis itu lelah dengan ketidakberdayaannya. aku berada di sini karena aku mencintai diriku lebih dari apapun.
tidak apa putus asa, hei gadis, karena ada aku di sini yang akan mengobati kamu.
aku sayang kamu, aku sungguh menyayangi kamu. sungguh ... sungguh ... sayang.
sayang, aku akan berusaha untuk membuat kamu bahagia. aku sudah setengah jalan, sedikit lagi, mungkin seribu tetes keringat lagi, lalu kita akan menjajaki batu lompatan baru. :)
aku mencintai kamu. aku mencintai kamu, aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar