iya, maksudku fiksi.
entah pengemasannya dalam bentuk film ataupun novel, aku menyukai keduanya. tapi harus kuakui, film lebih mudah aku cerna.
aku begitu menyukai film sehingga aku pun, dengan sepenuhnya sadar, telah menjadi orang yang perfeksionis soal film-film yang kutonton. aku menjadi begitu selektif, dan kadang-kadang pun merasa ... sedikit sok tahu dan snobbish soal perfilman ini.
(tapi memang default kepribadianku sok tahu dan snobbish sih, jadi it's fair, i guess?)
ada banyak film di dunia ini, dan ternyata yang paling aku suka adalah film realistic, film dengan unsur realism di dalamnya. seperti contohnya: annie hall (1977).
alasannya sederhana sebenernya. semakin aku dewasa, semakin aku tidak menyukai romantisme yang disisipkan di dalam cerita, semakin aku tidak suka hitam-putih yang terlalu kentara, juga tentang happy ending yang seperti sudah menjadi keniscayaan bagi si karakter utama. ah, fiksi adalah representasi dari kehidupan, bukankah seharusnya fiksi yang terbaik adalah fiksi yang menyentuh realitas?
dan realitas, kalau disandingkan dengan warna, selalu berwarna abu-abu.
oh, kau tahu? ternyata cetak biru dari film-film yang menjadi box office tidak begitu menyentuh realitas(ku). kesal sekali rasanya. aku suka film, tapi tidak bisa begitu saja terpuaskan dengan film-film yang mudah aku gapai di bioskop-bioskop.
kesal sekali.
tuh kan, aku terlihat snobbish dan sok tahu?
bukannya itu adalah hal yang jelek juga, mungkin memang banyak orang yang menyukai itu. tapi bagiku secara personal, itu pembodohan untukku. film-film itu hanya akan melahirkan khayalan-khayalan tanpa basis yang baik di dalam otakku, kau tahu?
jadi, aku kurang mampu menyukai film-film dengan "cetak biru" itu. to some extent, sesungguhnya tidak apa-apa. namun ada film yang melebih-lebihkan konfliknya, lantas menjadi terlalu klise untuk aku tonton.
yah, ini bukan tulisan yang ada intinya juga, sih. cuma mau curhat aja, kalau aku suka dengan film-film realistis, tapi jarang bisa menemukan film-film seperti itu. film-film mainstream hanya mengikuti cetak biru yang ada, yang merupakan pembodohan (untukku).
yaudah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar