Sabtu, 15 Januari 2022

tentang dua ribu dua puluh satu aka listen to how my thoughts process flow

ketika healing ternyata lebih dari sekadar refleksi secara internal, tapi juga meng-exert sebuah action ke arah luar... ternyata healing gak sesederhana introspeksi, merumuskan solusi, terus you're done--you're healed. ternyata, bagian capeknya justru di part mengamalkan solusi itu.

ketika mencelupkan diri ke dunia orang dewasa, gw jadi sadar kalau untuk survive (dengan baik), masih banyak noktah-noktah pahit dari diri gw yang harus gw replace atau recycle.

to put this into context, di tahun dua ribu dua puluh, i was a hermit. i isolated myself from my peers, or rather the world forced me to (and i complied). i was in too much heart break at the time and so naturally, just like any other problem solver would, i formulated a solution that would help me get out of that thicccc mud.

but man, seriously, a solution at the end of the day is just a theory.
and what is a theory? it's not real, you can't grasp it, you can't eat it, you can't survive just because you 🌟theorize🌟. you have to act upon it.

and that's where 2021 came in.

.

dari pengalaman 2021 yang mencakupi pengalaman kerja pertama kali, punya uang sendiri pertama kali, beneran kepengen nikah pertama kali, mata gw jadi terbuka kalau ternyata setelah kedewasaan itu dijalanin... solusi-solusi yang udah gw teorikan di tahun 2020 itu masih mentah.

now that i think about it, mungkin memang suatu ide itu akan selalu mentah di awal, tapi kalau selalu ada continuous improvement selama goalnya masih belum tercapai, pasti lama-lama akan matang, dan goal pun akan tercapai without us actually pleading for it. hm, ternyata yang agile bukan cuma project management, bun.

sayangnya urusan personal selalu melibatkan emosi--continuous improvement membutuhkan historical data untuk root cause analysis, tapi sebagai manusia yang punya ego, se-willing apakah kita untuk menyajikan data-data kesalahan kita untuk kita sendiri analisis root cause-nya tanpa bias?

yep, i found avoidance in 2021. avoidance to deal with my shortcomings, to develop, to put a little extra effort into doing my little "healing projects."

.

dan iya iya iya. sampai sekarang pun masih avoidance.
kalau gak avoidance,
i wouldn't nulis muter-muter kayak di atas. i would just get straight to the point: what the fuck do i want to improve in 2022 from my 2021 experience?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar