ada kalanya jiwamu takut berbahagia,
ragamu takut meninggikan arti adanya.
sudut bibirmu mengecut
bak hatimu yang entah mengapa selalu ciut.
kau bukannya takut berada di atas sana,
kau hanya takut citanya mereda tiba-tiba
di saat kau belum siap, di saat kau masih mabuk di dalamnya.
sebaiknya perjalanan itu dijalani,
alih-alih ditakuti,
ya, bukan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar