seperti pekat kafein yang menculik penuh renjana;
seperti hujan yang menawarkan pertiwi ukup tanpa lenggana;
seperti padang yang merindu kirana sang oase;
seperti liris lagu romantis tanpa kamuflase;
itu semua klise.
bencilah aku dengan keklisean.
hingga di suatu purnama bulan,
kamu menjera aku, Tuan,
seperti padang yang merindu kirana sang oase;
seperti liris lagu romantis tanpa kamuflase;
itu semua klise.
bencilah aku dengan keklisean.
hingga di suatu purnama bulan,
kamu menjera aku, Tuan,
ah, sialan.
senyum kamu itu terlewat pokta, memberiku bumi selebar sipit mata;
senyum kamu itu terlewat pokta, memberiku bumi selebar sipit mata;
tanpa sadar aku kemudian berdansa di atasnya;
dengan sukaria aku lantas melebarkan semesta;
dengan sukaria aku lantas melebarkan semesta;
aku tak ubahnya padang yang merindu kirana sang oase;
kamu tak ubahnya liris lagu romantis tanpa kamuflase;
aku, kamu: klise.
cintalah aku lalu dengan keklisean.
karena kamu hajar aku dengan senyuman.
cintalah aku lalu dengan keklisean.
karena kamu hajar aku dengan senyuman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar