disclaimer: gw cuma mahasiswa teknik semester 5 yang gak mendalami topik ini secara scientific. ini hanya opini berdasarkan observasi dan common sense, or in another word, cuma keresahan.
gak lama kemaren, gw menemukan sebuah foto topless cewek bule di instagram, dan captionnya "why do i upload this? because i want people to know that this isn't sexual. until boobs are used in our reproductive system, don't tell me that this is sexual." dan gw cuma bisa shake my head.
oke mungkin itu di amerika, bukan di indonesia. tapi globalisasi sekarang canggih banget, dan nilai-nilai kayak gitu gak sama sekali impossible buat masuk ke indonesia pelan-pelan. tbh, sekarang pun udah mulai. sok teliti aja segala macem tweet dan post line viral, gak sedikit kok yang ada bibit-bibit liberalisasi di sana.
gimana, ya. hidup itu harus ada aturan, lu gak boleh seenaknya. gak boleh "ini hidup gue, ini pilihan gue" no! hidup lu itu berhubungan dengan hidup orang banyak, langsung ataupun tidak langsung. dan dengan lu hidup sesuai kemauan lu, lu bisa merugikan orang lain, meskipun lu gak bisa melihat itu secara langsung.
namanya tragedy of the commons, kalo gak salah, dan bisa dicari di youtube/google. intinya, ketika lu melakukan apapun sesuai kemauan lu purely, lu bisa ngerugiin orang banyak. jadi, dibutuhkan aturan untuk menyeimbangkan kemauan lu dan hajat hidup orang banyak, bahkan termasuk diri lu sendiri. dan ngerugiin orang banyak yang gw maksud itu gak sekasatmata itu. gak sekasatmata lu melanggar aturan dengan mencuri, lalu lu secara langsung merugikan orang yg lu curi itu. kebanyakan, gak sekasatmata dan selangsung itu, makanya banyak yang overlook.
itulah fungsi aturan, untuk membantu orang banyak, bukan semata-mata untuk membatasi lu berekspresi.
balik lagi ke foto cewek topless. "boobs aren't sexual unless it is needed in a sexual intercourse" kira-kira kata cewek itu seperti itu. gw tbh like "ni org kebanyakan micin apa lol" dan gw mengharapkan banyak komentar yang sesuara sama gw. ternyata, neng nong. isi komentarnya semua setuju ama si cewek itu, kebanyakan kayak "you go girl!" "yes, this is the freedom of expression i've been dreaming of" dan ketika ada orang yang bersuara sependapat sama gw, langsung dihujat.
trs gw smh, shake my head, trs bingung. what has the world come into.
menurut gw, tuh cewek, dan mungkin kebanyakan orang yang setuju dengan pandangan itu, amat sangat jumping to conclusions dan ada logical fallacy di sana. menurut logika gw sih gitu.
(sedikit disclaimer: im 20 years old so chill)
gini loh, untuk kasus ini, logika gw bilang ada banyak faktor kenapa suatu organ tubuh dibilang sexual. ambil contoh butt cheek. butt cheek itu sama sekali gak ada hubungannya sama fertilitas lu sebagai manusia reproduktif, iya kan? kalo menurut logika itu cewek, harusnya butt cheek itu gak sexual. tapi kenapa common sense 99,999999% manusia di dunia bilang kalo nutupin butt cheek itu adalah norma absolut? yang mana, kalo lu adalah manusia yang bisa mikir, mamerin pantat itu unacceptable. kenapa?
karena butt cheek itu sexual, iya kan? sama kayak organ reproduksi kamu yang rada tabu untuk disebut, haha.
faktor pertama kenapa suatu organ tubuh itu sexual adalah ketika organ tubuh itu bisa meningkatkan hormon yang memacu kecenderungan seseorang untuk, ya, make love. dan butt cheek melakukan itu untuk sebagian besar orang. termasuk your boobs, untuk sebagian orang boobs menstimulasi rangsangan itu.
jadi, at least, mikir dulu sebelum preaching hal-hal yang belok sedikit dari norma.
itu dari sisi logikanya.
terus gini, itu sexual, kan, terus kenapa? kenapa gaboleh dipamerin? padahal ini juga badan gw, kan suka-suka gw?
sering gak sih nemu pertanyaan kayak yang terakhir itu? "kan ini badan gw, suka-suka gw dong!"
menurut gw, dengan lu melakukan hal semau-maunya lu, lu merusak keseimbangan.
hehe, rada abstrak.
jadi gini loh. kan tadi organ tubuh yang dianggap "sexual" menurut logika gw adalah organ tubuh yang bisa meningkatkan stimulus badan kamu untuk ingin make love. nah, tapi make love itu gak selamanya bagus. justru, kebanyakan gak baik. make love yang bagus itu ya ketika kamu bener-bener cuma stick sama satu orang, dan akan super baik (dan kalo di hidup gw sih keharusan, menurut agama yang gw anut) kalo lu melakukan itu cuma sama pasangan sah which is suami/istri.
kalo kamu make love sama semua orang yang kamu suka, yang artinya adalah make love yang buruk, ada namanya sexually transmitted disease atau std, yang gak jarang menimbulkan kematian, itu satu. dua, ada juga yang namanya rape, yang bener-bener super unacceptable, gw personally super benci itu (ya siapa sih yg enggak) dan bisa quite literally menghancurkan hidup seseorang.
opini gw, dengan lu menguar-nguar bagian tubuh itu, lu bakal meningkatkan kemungkinan terjadinya ml yang buruk itu, termasuk rape.
"TAPI RISSSSS KALO RAPE ITU YANG SALAH YA RAPISTNYAAA"
gw setuju yang itu kok!!!! sumpah. kalo gw kemalingan yang salah siapa? YA MALING
tapi, seperti yang gw bilang di atas, ini bisa jadi masuk ke tragedy of the commons. dengan lu seenaknya menguar-nguar bagian tubuh lu yang sexual, lu merusak kesetimbangan. lu seolah "mempress" kaum-kaum yang mungkin melakukan itu ke lu untuk sangat berusaha gak melakukan itu.
kalo lu cewek, kaum-kaum yang mungkin melakukan itu adalah ya cowok, ya, dan atau lesbi. vice versa.
kita semua gamau rape itu terjadi, dan di otak para rapist, kalo dia normal, dia pun pasti gamau itu terjadi. setiap dia kepikiran untuk melakukan itu, dia pasti berusaha untuk mem-block keinginan itu. dan dengan lu melakukan sesuka lu, lu menyulitkan dia. itu maksud gw merusak keseimbangan, lu seolah-olah memberikan semua usaha menghindari rape ke "kaum kaum" itu. dan pada akhirnya malah meningkatkan kemungkinan rape itu. tragedy of the commons. menurut gw, itu egois, banget.
hidup itu bisa jalan dengan menyenangkan dan bahagia, dari skala makro kali ya, ketika semua seimbang, semua orang berusaha.
"TAPI RISSS ORANG YG PAKE CADAR JUGA BISA DILECEHKAN KAN???!"
IYAAA
makanya, hal ini tuh super complex, banyak banget faktor, dan beda lingkungan itu beda faktor. yg tadi gw bilang, sama seperti boobs yang sexual untuk SEBAGIAN BESAR ORANG (disclaimer: gw gak research survey untuk angka "sebagian besar orang" itu sih, tapi ya, common sense lah ya), cadar juga bisa dianggap sexual sama beberapa orang yang lain. sebenernya kalo dibilang usaha yang konkrit, sebagai "potential victim" kita kurang tau apa yang harus kita lakuin. banyak banget faktor dan variabel, dan gak dikit variabel-variabel yang mengkrotadiksi satu sama lain, meskipun itu gak membuat salah satu dari variabel tersebut bener-bener gak valid.
kita cuma bisa melakukan apa yang kita anggap benar, dan berusaha pahami aturan yang ada, jangan asal ngelanggar, bahkan jangan asal ikuti (iya, be critical). dulu i didn't know better, tapi sekarang, rasanya sedikit salah untuk memaksa orang buat pake kerudung untuk menghindari hal-hal kayak gini, karena dunia gak sehitam-putih itu. menurut gw terlalu naif kalo kita cuma melihat sesuatu dari 1 sudut pandang.
lyk, lu gabisa nyuruh korban pelecehan seksual, "siapa suruh gapake kerudung yang nutupin dada" karena ya, faktor kenapa orang ingin melecehkan dia itu sesubjektif itu, sesuai pelakunya, dan makein dia kerudung bisa jadi gak solutif. makein dia kerudung itu solusi dari agama islam, tapi ketika si korban gak gitu beriman sama syariat islam yang itu, atau masih skeptical gitu, lu malah ngacauin mental dia. ngacauin dalam arti menekan atau membuat dia bingung atau meningkatkan anxiety dan self blame (?)
yg mau gw tekenin, usaha untuk menghindari hal-hal kayak gitu tuh emang bener-bener sulit, dan abstrak, sebenernya. tapi itu jangan membuat lu kayak "bodo ah, gw mau suka-suka gw aja." yang harus kita lakuin itu ya memintarkan diri kita, pahami aturan, dan bener-bener ikuti apa yang lu anggap bener, dengan catatan, pahami juga tragedy of the commons tadi biar gak suka-suka. susah sih ya, gak muna gw juga kesulitan di aspek itu, sulit bgt. tapi, ya, kata siapa hidup gampang, ya gak? kalo gampang mah namanya tidur. bye.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar