teruntuk mereka yang jengah pada arakan awan di atas, teruntuk dia yang terlewat sering memesona riak laut di bawah--aku bertanya, "Memang harapan bisa hilang?" teruntuk kamu yang pernah menahan nafsu menggelitik di balik kornea, teruntuk kamu yang menahan cairan asa itu kuat-kuat--aku menitah, "Jangan."
dan entah bagaimana semua itu meluncur begitu saja, entah bagaimana seolah aku pun berharap setinggi Andromeda. garis cerita ini terlalu sarkastis: menengadah pun aku tak kuat. semuanya terserap, jauh, dan ketika semua itu hilang sepenuhnya, aku hanya memperhatikan, tersenyum miris.
teruntuk tuan yang selalu meninggi, namun tak membuka hati--aku bercakap,
"Kalau kamu begitu, aku bisa apa?
"Tolong hargain."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar